TANGISAN PERTIWI
Pertiwi menangis, tubuhnya diinjak-injak
Pertiwi menangis, nuraninya memberontak
Pertiwi menangis,
Tangisan pertiwi untuk anak-anaknya
Emas hitamnya yang habis digali, membuat rongga di dalam hati
Emas hijaunya yang habis ditebangi, menggerogoti paru-paru bumi
Emas kuningnya yang dulu berkilau, sekarang memudar terkikis para raksasa besi
Pertiwi menangis lagi, tapi tanpa air mata
Air matanya kering, melihat anak bangsa tertawa
Mungkinkah kau juga mau perhatikan, kemanakah air mata yang hilang?
Isi hatimu, biarlah pertiwi, bumi yang kau miliki
Yang akan selalu menyimpan jawab dalam dekapnya
Parede Puisi ALIR, Februari 04
Selasa, 10 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar