Selasa, 10 Februari 2009

TANGISAN PERTIWI

TANGISAN PERTIWI

Pertiwi menangis, tubuhnya diinjak-injak
Pertiwi menangis, nuraninya memberontak
Pertiwi menangis,
Tangisan pertiwi untuk anak-anaknya

Emas hitamnya yang habis digali, membuat rongga di dalam hati
Emas hijaunya yang habis ditebangi, menggerogoti paru-paru bumi
Emas kuningnya yang dulu berkilau, sekarang memudar terkikis para raksasa besi

Pertiwi menangis lagi, tapi tanpa air mata
Air matanya kering, melihat anak bangsa tertawa
Mungkinkah kau juga mau perhatikan, kemanakah air mata yang hilang?

Isi hatimu, biarlah pertiwi, bumi yang kau miliki
Yang akan selalu menyimpan jawab dalam dekapnya

Parede Puisi ALIR, Februari 04

Tidak ada komentar:

Posting Komentar