Kamis, 12 Februari 2009

Thanx 4 Me

Thanx 4 Me

Terima kasih yang terucap dari mulutmu
Membuat hatiku tersentak
Tak kusangka dirimu yang kan mengucapkannya
Semoga kata itu dadalah tulus dari hatimu
Sungguh, aku bahagia
Walau hanya kata sederhana namun bagiku sungguh bermakna
Ada harga yang terbayar bagi peluhku
Sungguh, aku mau kata itu
Namun tak terbayangkan kau yang ucapkannya
Semoga, aku masih bisa berkarya
Walau diri kan berada jauh dari t4 ini
Kuakui, aku tak tulus, untuk memberi hati
Kuingin, keringatku, kan berarti

14 NOV 05

KEPEDEAN

KEPEDEAN

Hitam kelam
Dan pekat
Inikah kegelapan hati
Benci, sedih, sesal, dan berbagai bentuk cerca dan caci
Itulah kegelapan
Namun, di situlah keindahannnya
Dengan begitu, bila ada setitik saja cahaya
Akan sangat jelas dilihat
Semua pekat gelap ini
Seakan kelihatan oleh setitik cahaya
Dan akulah cahaya itu
IDR, 31 JAN 06

PUISI KOE

PUISI KOE

Sahabat
Kaulah segalanya bagiku
Tempat mencurahkan segala isi hati
Tempat pemecahan masalah semuku
Kawan
Kau yang terindah
Kebersamaan kita yang
Merupakan hari2 bahagia kita
Teman
Ingin kutuangkan segala perasaan
Jauhnya perbedaaan dan jarak
Semakin tak berarti dengan rasa indahnya pergumulan ini
Sobat
Tak terasa sudah
Sebantar lagi yeah,1 tahun lagi
Kita akan berpisah
Sahabat
Meninggalkan sejuta kenangan indah
Kalau nanti kebersamaan kita hampir habis
Bolehkah kita mengadakan reuni dari jauh?

Aries girl

KARTU

KARTU

Kala kudapat kabar itu, aku heran
Namun, segera kubuat tambahan kartu, dan kukirimkan satu padamu
Dan besoknya, kuterima cokelat besar
Wah, sempat terbesit,” Mengapa tak lebih banyak saja kukirimkan?”
Dan tiba permintaan itu, aku iyakan saja
Ternyata, begitulah keadaanya, katanya
Aku tertawa [ bingung, sedih dan bahagia ]
Apakah hal ini nyata? Semoga…..


Idr, 21 Feb 06

BINGUNG SENDIRI

BINGUNG SENDIRI

Kupandang wajahmu dalam kegelapan
Dan iseng kutanya siapakah kamu?
Karena aku memang enggak kenal kamu, kayanya
Dan memang aku cuma jadi orang yang tak dikenal
Oleh sebagian tentunya
Kau bertanya siapa namaku
Dan kau tanya siapa aku
Dan aku juga tanyakan namamu
Itulah awal perkenalan kita
Dan tak kusangka, kamu adalah penerusku
Hehe, boleh juga , pikirku
Dan ada satu hal yang cukup rasis yang penting
Tapi kamu gak usah tau
Ternyata ada temanmu yang tau aku
Meski aku bingung, dan kayanya ada yang gak nyambung
Ternyata yang kutuju bukan yang kumau
Tetapi malah kamu

Indramayu 17 Jan 06

20 th

20 Th

Aku tak tahu, kata apa yang harus kuucapkan
Apa aku harus mengucapkan met ultah bagi diriku sendiri
Tapi, lagu ‘bunda’nya Melly terdengar pelan2x
Ternyata ada yang ingat
Makasih kawan
Sekarang aku sudah berkepala 2, meski itu masih beberapa jam lagi ( jam 8 )
Aku tau, jalanku tak tentu, panjang atau pendek
Yang pasti, aku masih harus tetap melangkah
Jangan terpaku pada keadaanku sekarang
Aku berharap” my future” dan jadi”better”
Bantulah aku kawan
Dalam menjalani hari2x

In my room,30-01-06

RENCANA 31 DES 05

RENCANA 31 DES 05

Malam ini, aku bingung apa yang akan aku lakukan
Berkumpul bersama teman2?
Ataukah hanya akan menjalani kesendirian….
Hiruk pikuk persiapan orang lain membuatku iri
Tampaknya aku memang harus mengambil inisiatif sendiri
Datang ke tempat teman, beli jagung dan arang, maka jadilah
Bagaimana pelaksanaannya nanti, terserahlah
Nggak perlu ada terompet, kecuali mau bawa sendiri
Kalo mau minum, itu urusan nanti
Cukuplah dulu ini
Ada sedikit kebersamaan
Daripada sepi tanpa ada saling peduli, kan?

Indramayu, 11 Jan 06

Selasa, 10 Februari 2009

KENAPA AKU PULANG?

KENAPA AKU PULANG?

Pulang
Apakah yang aku cari ketika pulang?
Orangtua dan saudaraku?
Buku-buku komik di rental?
Kegiatan dan keramaian?
Makanan?
Sobat-sobatq?
Gadis-gadisnya yang manis?
Suasana kota yang tentram?
Atau bahkan mungkin ikan-ikannya?
Aku sendiri nggak tau pasti
Yang pasti tiket pulangnya cukup menguras kantong
Dan waktu untuk pulang gak mau sebentar, karena rugi modal
Dan nggak bisa sering, karena waktu ijin dan cuti terbatas
Yang pasti, jadi hiburan, pengurang bosan

Indramayu, 1112006

HATI YANG TERLUKA

HATI YANG TERLUKA

Hari ini
Aku melihat senyummu
Senyum yang mengelabui hatiku
Senyum disaat aku melukaimu
Senyum disaat aku membentakmu

Namun….
Di balik semua
Kau menangis di belakangku

Kutahu..
Bukan ini yang kau harapkan

Terima kasih
Kata yang jarang aku katakana
Maaf
Kata yang sulit karena egoku

Hanya cinta
Yang akan kuberi hari ini
Dan seterusnya

Idr,Des 05, Maya Permata Sari

CE BOSEN

CE BOSEN

Dalam deritaku……..
aku masIh menyebut namaMu
nAma yang selalu menyejukkan kalbu
bagi setiap iNsan di dunia

Hamba hanyalah insan biasa
yAng tak mampu menandingi
kekuaSaanmu yang begitu agung
kami serahkan hidup dan maTi hanya kepadaMu
Insya ALLAH surga dalam pelukku

Banyumas 2 Jan 06 Dian Hasti

JAUH

Jauh

Seiring hembusan angin malam
Kau hadir di bayanganku
Dalam imajinasiku
Kuhidupkan kata andai dalam sanubariku

Andai,,,
Kau tau perasaanku
Andai…
Kau mengerti isi hatiku
Andai…
Kau selalu ada di sisiku

Bahagia kunanti dirimu
Yg jauh dimata namun dekat dihati…
Disela-sela ketidak mampuan ini
Izinkan aku menyatu denganmu
Karma kaulah
Yg selalu ada di hatiku

VvRsA, Feb 06

BODOH?

BODOH?

Bodoh
Kenapa aku menangis?
Buat siapa tangisan ini?
Yach, mungkin buatmu
Tapi kenapa?
Ada apa?
Kau bukan siapa2x ku, begitu juga sebaliknya
Lantas…?
Tapi hati ini kembali peka
Siapapun kau, aku tetap sayang kamu
Entah kau anggap aku siapa, tapi bagiku kau temanku
Pendapat lain, mana tau
Dan, teman, maafkan aku yang telah membuatmu menangis, tolong maafkan aku
Itulah pintaku, kepadamu
Dari seorang kawan

Maret 06

FOUR U

FOUR u

“Aku sayang kamu”
Pernahkah kata ini terucap?
Tapi sebagai apa? Karena hatiku penuh bimbang
Sejak hari itu, entah mengapa
Akupun hampir tak tahu
Entah jarak yang memisahkan
Atau sebuah kata yang menjadi halangan
Yang pasti, rasanya sungguh aneh
Aku hilang kuasa untuk mencinta
Dan hatiku, jadi terasa berbeda
Sungguh, daripada seperti ini, aku ingin dekat seperti dulu saja
Tetap menyayangmu dan menjagamu
Hingga berlalunya sang waktu dari hati
Meski tak berada di dekatmu
Dan kupinta, jika bersedia
Maafkanlah kebodohanku ini

Maret 06

HEI

Hei

Maafkan aku, yang tak pernah bisa puas dengan keadaan
Aku selalu mencela, bersungut dan menggerutu
Selalu merasa kurang
Tak bersyukur atas berkat yang telah kuterima
Padahal, di sekelilingku masih banyak orang yang lebih menderita
Miskin……papa…….
Tapi jangan sekali-kali kuhina
Karena mereka juga manusia
Ah………..
Haruslah aku turut berbagi dengan mereka
Membagi, apa yang aku punya
Meski sedikit……
Tapi, asalkan dengan hati rela
Aku percaya
Akan lebih bermakna

Maret 06

CHATING

Chating

Pertama kali aku tau ada nama di internet waktu chat
Aku coba mengontaknya
Tak tau apakah benar2x ada orangnya
Kala salam pun mulai dibalas, aku mulai berkata-kata
Dengan sekedar basa-basi, tentu
Perlahan waktu mengalun, modalku tinggal sedikit
Jadi aku minta alamatnya
Juga no. telpnya
Dengan harapan akan ada orang iseng nelp aku
Sebelum kukirim surat buatnya
(ternyata gak ada)

Ceger Raya, Oktober 03

MAAFKAN AKU

Maafkan aku

Maafkan aku
Walau kata ini terucap, sudah terlambat
Kesalahann itu telah kulakukan
Entah, hal apa yang harus kuperbuat
Agar sedikit demi sedikit dapat menghapus ingatanmu
Sungguh, aku bingung!
Kenapa hal itu sampai terjadi
Entah ada setan, atau aku sendirikah dia?
Apapun jawabmu, aku terlalu takut untuk mengaku
Apakah aku harus berubah total?
Tapi nyatanya, aku nggak mau

Idr, 241105

EMPAT (SANSEKERTA)

Empat ( sansekerta)

Hitam dan putih
Selalu bertarung memperebutkan harga diri
Menang atau kalah adalah harga mati
Meski kadang berakhir dengan imbang
Tak selamanya putih adalah kebenaran
Meski selalu satu langkah di depan
Dan tak selalu hitam adalah jahat
Meski selalu tertinggal selangkah di balik putih
Hati2xlah pada langkahmu
Sekali kau terlena
Akan dapat fatal akibatnya
Tak ada lagi yang dapat kamu lakukan
Sambil tertawa, musuhmu akan mengatakan
Skak mat

Idr,241105

LANGIT TERENDAH

LANGIT TERENDAH

Tiga kelopak melati turun pada suatu sore
Kabut akan turun dengan langkah harimau lapar
Dari puncak Gede-Pangrango, dari lapis langit terendah
Barjaga-jaga di sekeliling taman itu
Kau akan sesak oleh kepungan cinta
Kau tak akan mampu menampiknya, Nyai
Mungkin, suaramu akan melengking “ Melati dari Jayagiri….”
Membuar guguran itu lebih banyak lagi
Seperti gerimis di sepanjang jalan setapak di sebuah taman bunga,
Di kaki gunung tempat kau sekap aneka
Tubuhmu akan gigil, suaramu akan biru, tangismu hanya layu, Nyai
Beri aku tiga kelopak suaramu
Sekeping matahatri akan terbit pada suatu pagi
Mungkin dari sela gunung, bisa jadi dari ujung mimpimu
Tapi tahukah kamu?
Selalu ada tangan yang mematahkan ranting cemara di lereng itu
Embun akan menjerit
Kau akan merasa sakit
Tiga kelopak melati akan gugur lagi
Selarik sajak akan menamatkan diri dengan cara yang paling sunyi

Jakarta, 2004

BACA DULU, BARU........

Baca dulu, baru …….

Di padang rumput hijau di tengah lembah
Sunyi senyap, tapi mencekam
Tak lama lagi saat penghabisan kan datang jua
Kutau, waktuku takkan lama lagi
Padang hijau, akan segera berganti merah segar
Pedang panjangku akan melawan senapan dan meriam
Dalam ketidakseimbangan, panah kawanlah yang kuharapkan
Gejolak semangat sahabat, telah mendidihkan darahku
Aku tidak akan mundur, tidak, tidak setapakpun
Walau tak akan menang, kami tak akan kalah
Biarlah ceceran darah kami yang berkata-kata
Hingga belum kosong urat nadiku, ini belum usai
Gemetar tubuhku, menggigil, atas kepuasan gelora
Ah, satu, dua, tiga,………….tujuh peluru telah menembus dadaku
Perlahan, aku masih bisa berikan 13 kematian di jiwa mereka
Aku sudah leleh, biarlah kuselesaikan sendiri
Dua detik sebelum akhir masa, aku masih dapat tersenyum
Lawanpun menundukan kepala atas kepergianku, berlutut hormat
Kuserahkan jiwaku, bagi negeriku, di dalam samurai ini

OST The Last Samurai
Dengan derail air mata End of 20th April 2004 06.56 WIB

DENDANG DI KOPAJA

DENDANG DI KOPAJA

Bising, deru Kopaja di keramaian kota
Penuh dengan kemacetan di kanan kiri jalan
Dan hawa agak dingin, karena di luar sedang hujan
Namun, rasa hangat mulai terasa di dalam
Kala mulut mulai bercanda, dan hati mulai kenalan
Ada rasa bersemi, membuai angan
Kalbu terusik oleh merdunya suara yang mengalun
Lembut keras lemah teratur, namun membuai jiwa
Nada-nada yang dilantunkan bibir-bibir kwartet Caraka
Senyum manis pun terukir di wajah beberapa insan
Membayangkan…………….
Inilah cerita beberapa anak pemka dan kemka
Pada hari Sabtu, 160104

Thamrin, 160104
Setelah briefing nAtAlKdM ‘03
Di Wisma Kinasih

MENGENANG

MENGENANG

Setelah sekian lama telah aku tinggalkan
Kini aku kembali walaupun hanya untuk sejenak
Aku datang untuk menyegarkan pikiran yang kuyu
Sembari mengenang kembali masa-masa (iseng) ku
Ada masa saat ceria, sedih, suka, duka, senang, susah,
Yang selalu tampil bergantian

Banjarbaru, 2003

BODOH

BODOH

“ …….Pasukan Merah mulai beraksi lagi, mengacaukan keadaan dan membantai warga………….padahal jatuh banyak korban, tetapi yang diekspos adalah kejadian yang sebaliknya………polisi dan tentara membela Kelelawar Hitam……” kubaca lagi hal seperti ini. Tapi, x ini terekspos terang terangan. Di buku yang kebetulan kubeli dan kubaca. Huh, provokasi banget deh. Kubaca referensinya …….’ www………..com......’. Yeee, dimana-mana Belanda juga jadi pahlawan di negerinya sendiri, meski di tanah air jadi bahan sumpah serapah yang beraneka ragam. Tadi, kubaca, membunuh untuk membela diri adalah suatu hal yang wajar dan tak berdosa. Wah, padahal setauku sih, apapun alasannya membunuh itu ya mengambil nyawa orang, yaitu merampas hak orang lain, menentang TUHAN! Kalo ada yang mau berperang demi nama agama sih bodoh, sebenarnya, menurutku. Kalo mau beragama, silakan. Gak usah dipaksakan, apapun alasannya. Kalo orang tertarik masuk suatu, terserah dia. Kan pasti ada alasannya. Coba, apa sih agama? Ciptaan manusia kan? Sedih deh. Dimana sih, Indonesia yang dulu terkenal akan kerukunan SARAnya? Sekarang, dikit-dikit jadi masalah. Ada teror yang didalangi orang Islam, orang Islam dicap sebagai teroris. Padahal nggak semua orang Islam setuju atau mendukung jalan semacam itu. Islam pasti cinta damai. Mau bangun gereja, izin pendiriannya dibuat susah. Kalo diadakan di rumah dibilang ilegal, padahal banyak gereja yang bertahun-tahun, belasan malah, menunggu IMB yang nggak keluar-keluar, Aku juga tau, saudara notaris soalnya. Bali yang terkenal damai, yang notabene banyak Hindu, dibom. Pura, yang disucikan umat dirusak dan dicorat-coret. Ini baru contoh yang agama. Yang lainya? Nggak perlu kubilang. Inikah potret bangsa kita sekarang?

KUNJUNGAN

KUNJUNGAN

Dari jauh, dari Palangka Raya kami datang kemari
Untuk berbagi kasih antar umatNya
Kami datang dengan penuh sukacita, dengan hati yang ceria,
Karena hati yang gembira adalah obat bagi hati yang susah
Kami datang tidak hanya begitu saja
Tetapi dengan penuh perjuangan,pengorbanan, dan harapan,
Bahwa kami akan disambut dengan tangan terbuka,
Karena semua yang kita lakukan ini hanyalah untuk memuliakan Yang Kudus
Walaupun sangat tidak tertutup kemungkinan
Ada hal-hal lain yang kami selipkan di balik semuanya itu
Kita dapat saling berbagi kasih di sini
Di tempat ini
Adalah karena cintanya pada kita

Tamianglayang, Agustus 2003

DOUBLE XX


DOUBLE XX

Di tengah malam, di bulan Ramadhan
Di bulan yang suci mulia
Malam yang sunyi dan khidmat
Tenang, bersama hiruk pikuknya anak manusia
Ada suara merdu nan sumbang mengalun memecah keheningan
Tawa canda riuh, tanda keakraban
Entah, apa lagi yang akan anak manusia ini lakukan
Semuanya hanya lepas bebas tanpa ikatan
Walaupun ada yang agak melewati batas kemanusiaan
Tapi itulah kehidupan yang terjadi di t4 ini malam ini
Seiring waktu yang berjalan, menunggu makanan
Bagi yang awam, mungkin dianggap sudah edan
Karena ada Kargul, Mak Lampir, dan Ade yang ½, dan lainnya
Dan Asra, Arman, dan mas Nanung yang cinta segitiga, katanya
Tapi, itulah kehidupan yang ada malam ini
Bersama ALIR, mengalir

Bintaro, Oktober 2003, SAhur BAReng

AKU KIRA

AKU KIRA


Aku kira, ku adalah manusia
Tapi ketika kata itu lewat di telingaku, aku tersadar
Bahwa aku masih belum apa-apa
Aku masih belum menjadi seniman,puitis,pelukis, juga yang lain
Aku hanya dapat menggoreskan pena di luar kertas ini
Tidak dapat menyentuh kedalam hati
Masih banyak canda tawa, tak satupun untuk hatiku
Tiada lelah, hati ini menggapai mencari tulang rusukku yang hilang
Jauh aku melangkah, ke berbagai sudut di muka bumi
Hingga kakiku mulai menapak awing-awang(?)
Masih belum jua kutemukan belahan hatiku
Entah, harus ke mana lagi kucari kekasih impianku
Mungkin cuma pada kasihku kutuntaskan dahagaku
Haus dan laparku seketika tuntas saat bertatapan dengannya
Dalam dia, kutemukan kasih yang menyejukkan
Bersama dia, kutemukan kasih yang abadi

Jkt or Plk, 11or01/04

JIWA PETUALANG

JIWA PETUALANG


Pada kau yang tak gampang menyerah
Kau yang menggenggam kehidupan
Kala mencumbu puncak-puncak gunung, kala merayapi batas-batas tebing cadas
Kala mengarungi garangnya sungai, kala menyelusuri lubang-lubang di perut bumi
Kau berikan rasa kebersamaan, kau berikan kesetiaan
Kau berikan berpenggal kenangan
Abadi di sanubari bagai mentari
Dan kini……
Kau t’lah melepas kehidupan, kembali ke penciptamu
‘Tuk kami kenang sambil berdoa
Semoga yang maha kuasa memberikan cahaya dan istananya bagimu
Namamu, semangatmu, rasa kebersamaanmu abadi slalu dalam hati
Kami yang tertinggal
‘kan berusaha tetap kibarkan asa
kibarkan panji pecint alam

copy dari Petualangan Ganes di Rimba Raya, kira2 a.n Didik

TANGISAN PERTIWI

TANGISAN PERTIWI

Pertiwi menangis, tubuhnya diinjak-injak
Pertiwi menangis, nuraninya memberontak
Pertiwi menangis,
Tangisan pertiwi untuk anak-anaknya

Emas hitamnya yang habis digali, membuat rongga di dalam hati
Emas hijaunya yang habis ditebangi, menggerogoti paru-paru bumi
Emas kuningnya yang dulu berkilau, sekarang memudar terkikis para raksasa besi

Pertiwi menangis lagi, tapi tanpa air mata
Air matanya kering, melihat anak bangsa tertawa
Mungkinkah kau juga mau perhatikan, kemanakah air mata yang hilang?

Isi hatimu, biarlah pertiwi, bumi yang kau miliki
Yang akan selalu menyimpan jawab dalam dekapnya

Parede Puisi ALIR, Februari 04

NGGAK

NGGAK

Aku Marah!!!!
Masa ga bisa belajar sih?
Tiap kali terjadi hal yang sama
Komunikasi kurang, atau ga ada?
Orang yang nggak mau kerja, atau nggak dikasih tahu
Pekerjaan yang selalu terburu-buru
Semua yang saling menunggu
Dia nggak ada, aku nggak mau
Karena ada dia, aku nggak mau
Yang itu lain kerjaanku, aku nggak mau
Semua serba nggak
Lantas, aku jadi bisa nyombong
Bahwa aku banyak jasa
Nggak ada pikiran untuk lakukan yang tulus lagi
Semua buncah karena terlalu banyak kata enggak
Maunya gimana sih?
Mendingan batal aja
Eh, tapi jangan deh
Sia-sia nanti semua yang telah kita rintis
Kamu ngerti?

Idr, 14 Nov 05

LAGU

LAGU


Kuingin ucapkan satu pinta, dengarkan
Jangan kau jerat aku dengan segala mimpimu
Kuinigin bebas dan lepas …..
Tanpa perlu terbelenggu oleh khayalku
Kuingin tuturkan kata kepadamu
Sudahi saja sandiwara ini
Kau bukanlah seorang putri dalam peti kaca
Demikian juga ku bukanlah seorang pangeran berkuda
Kuingin kau megerti apa maksudku
Enyahlah dari pandangan mataku
Kuingin kau menghilang dari hadapanku
Karena sesungguhnya inginku kau….
Pergi
Jangan jangan pernah coba tuk kembali
Pergi,
jangan kau tinggalkan khayalan dan mimpi
Pergi
Anggaplah diriku tlah lama mati

Ivan

4 SAPEN

4 SAPEN

Walaupun belum bertemu muka dengan muka
Tapi kita sudah bertatap pena dengan pena
Meskipun kau di seberang lautan
Sebenarnya pernah, jarak kita hanya 5 kiloan
Tapi pertemuan belum berkenan hadir
Seiring waktu yang berjalan

Jakarta, 2003 , bwt Lusia

KASIH SETIANYA

KASIH SETIANYA

Banyak perkara…
Yang tidak pernah kita mengerti
Semuanya ini terjadi di kehidupan ini
Karena kasihnya kita tak sendiri
Semua itu karena kepeduliannya
Kerinduan tuk berbagi
Slalu ada di stiap hati kita
Kesatuan kan tercipta
Bila kita saling terbuka
Ungkapan kisah tak seindah fakta
Kita berjalan dalam iman
Tuk capai satu pengharapan
Bersatulah umat pemenang

EFFY CHRISTIANA, BANJARBARU,2002

BESAR, HATI KITA, SIAPA TAU

BESAR, HATI KITA, SIAPA TAU

Besar, hati kita, siapa tau
Kadang walau di mulut keluar manis,
Namun di lidah sangat terasa pahit
Apalagi hati, yang hanya milikmu
Soal kejujuran, kamu harusnya lebih tahu
Karena hati itu untukmu
Janagan kau ucapkan Utara, tapi langkahmu ke Selatan
Jangan kamu dengarkan, bila hanya untuk dikeluarkan
Tumpahkan semua limpah kesalmu
Tapi perbaiki juga kesalahan yang ada padamu
Setelah kelu, silakan jeritkan isi hati kamu
Setelah itu, izinkanlah kembali, aku untuk mencoba lagi
Mencoba mengisi kekosongan ruang di sisi hatimu

Jakt, 04

YANUARISAN


YANUARISAN

Yang selalu ku nanti
kehAdiran dirimu dalam setiap mimpiku
Nuansa cinta yang kian merasuk
dalam lUbuk hatiku
membAwaku terbang melayang
indah mengiRingi setiap langkahku
Ingin rasanya…..
Selalu ada dalam pelukmu
siAng dan malam selalu bersama
berdua selamaNya

Banyumas 2-1-06 Dian Hasti